Jumat, 03 April 2015

Cadangan EMAS sebagai nilai ukur kekayaan negara (kompasiana.com)

Dikutip dari ekonomi.kompasiana.com, Pentingnya Cadangan Emas bagi Suatu Negara HL | 14 April 2014
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)
Dalam perkembanganya uang memiliki sejarah yang panjang sekali dalam perjalananya, dahulu kala sebelum dipakai uang yang dipakai alat pembayaran adalah emas, selanjutnya berkembang menjadi uang kertas, tetapi dalam ketentuan pembuatan uang kertas harus didukung oleh persediaan emas sesuai dengan yang dimiliki oleh tiap negara tersebut.
Sudah menjadi rahasia umum sejak 1971 Amerika tidak mencetak US Dollar sesuai dengan cadangan emasnya atau hanya berdasarkan kepercayaan saja (fiat). semenjak itu setiap negara berusaha mengumpulkan emas untuk cadangan devisanya selain menggunakan US Dollar, itu terjadi lebih intens memasuki tahun 2000 kemarin. Bagaimana Indonesia sendiri? Sangat sayang sekali, sebagai salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia kita malah berada di posisi 39 negara terbanyak cadangan devisa emasnya. Indonesia melalui Bank Indonesia hanya memiliki 78,1 Ton emas berbanding 3,2% dari total devisa Indonesia. (Detik.Com Rabu, 26/03/2014).
Kenapa banyak negara tersebut mulai intens menimbun emas dewasa ini?
- Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF), mereka masih memperkirakan sumbangsih Amerika Serikat terhadap ekspansi ekonomi dunia akan mencapai 2/3 sepanjang 2014-2019.

“Amerika Serikat masih menjadi mesin penggerak ekonomi global, walaupun kontribusinya tidak semasif dahulu,” tekan Mark Zandi, Ketua Ekonom Moody’s Analytics Inc. di West Chester, Pennsylvania, Jumat (Quick News Bisnis.Com).
- Akan tetapi Morgan Stenley with HSBC and financial analyst statistician Dr. Jim Willie, memprediksikan lain bahwa kembalinya standar emas sudah dekat waktunya, Setidaknya 23 negara sudah bersiap untuk sistem perdagangan baru yang akan terjadi di luar penggunaan US Dollar
- Diperkuat juga dengan argumen Marc Fabber warns Swiss adviser and fund manager “We are in a gigantic financial asset bubble,It could burst any day, Billion-dollar investor Warren Buffett is rumored to be preparing for a crash as well. The “Warren Buffett Indicator,” also known as the “Total-Market-Cap to GDP Ratio, is breaching sell-alert status and a collapse may happen at any moment “. (Moneynews 12 April-2014)
Semua memang masih dalam analisa berdasarkan perkembangan situasi terkini yang sedang terjadi. So jika kita memiliki tabungan banyak dalam bentuk US Dollar, atau kita mempunyai sebuah usaha di mana bahan baku dan produk kita dibeli atau dijual dengan menggunakan US Dollar, sudah saatnya kita mulai peduli terhadap hal ini. Tanda-tanda kerapuhan US Dollar semakin nampak banyak, dan perlu kita ketahui juga bahwa Bank Indonesia terkadang melakukan intervensi terhadap US Dollar supaya tidak melemah terhadap Rupiah, karena dengan melemahnya Rupiah ekspor kita akan lebih bisa diterima di pasar internasional, Dalam hal ini bukan berarti US Dollar kuat terus terhadap rupiah, semua itu permainan dalam menjaga keseimbangan ekonomi dalam negeri, kita sendirilah yang harus jeli terhadap fenomena-fenomena yang sedang terjadi.

Sabtu, 28 Februari 2015

Si Akik dan kawan kawan membumbung keatas

Dalam kurun waktu setahun terakhir ini, Batu Akik sebagai salah satu Batu Mulia dengan signifikan membumbung harganya, terutama hasil akhirnya yang digunakan sebagai perhiasan dan sebagai asesoris dengan berbagai macam model dan kemasan. Padahal dari deretan Batu Mulia yang ada seperti Pirus (biasanya berwarna biru atau hijau dengan urat batu yang muncul jelas, safir (bisa biru, kuning dsb), kecubung (putih atau ungu kadang kuning), mirah (merah darah gelap), mata kucing (hijau muda dan bersinar seperti mata kucing) , Giok (hiaju muda) dan banyak jenis lainnya lagi, maka jenis Batu Akik mempunyai penggemar yang cukup variatif mulai dari kalangan bawah sampai tingkatan atas tergantung pada tampilan dari Batu Akik itu sendiri, sedangkan Batu-batu lainnya sudah mempunyai segmen sendiri tertentu dan tidak seluas si Akik. Rata-rata di Indonesia, barang perhiasan berharga ini datangnya dari lokal Indonesia (akik, giok lokal, kecubung, pirus ) atau sekitar India, Srilangka, Thailand dan Kamboja.

Bila diperhatikan, sebelum Batu Akik ini Booming dan secara otomatis mengerek juga rekan-rekannya sesama batu mulia, maka para penggemar Batu Mulia ini sudah mempunyai komunitas penggemarnya sendiri-sendiri berdasarkan jenis batunya, justru bisa dinyatakan penggemar Batu Akik didominasi oleh masyaarakat kelas terbawah, karena adanya anggapan bahwa Batu Akik adalah batu mulia dengan kelas harga level bawah, sehingga siapapun dapat memakainya dengan berbagai macam coraknya. Meskipun tentu saja, karena pengaruh mistis, maka batu akik dengan bentuk-bentuk tertentu yang memunculkan gambar seperti gambar orang, gambar burung tertentu ataupun huruf tertentu dapat berharga mahal tergantung kepada kefanatikan pemburunya.

Seperti halnya barang HOBBY, yang tidak dapat diperkirakan ongkos produksinya, maka harga batu mulia termasuk Akik (dan kawan-kawannya) tidak mempunyai patokan berdasarkan nilai harga jual produksi (HPP), yang berlaku adalah nilai pasar penggemarnya. Harga bisa dimulai dari harga lima ribuan sampai dengan puluhan juta tergantung CERITA yang dimiliki bahkan dimunculkan. Apalagi, bila hal tersebut didorong oleh promosi pemasaran yang luar biasa melalui Pameran, cerita di Media (termasuk Media sosial) dsb. Hal ini disampaikan , agar masyarakat benar-benar memaklumi bahwa barang yang dibelinya mempunyai nilai yang sama dengan harga yang harus dibayarnya melalui alatm pembayaran bernama uang. Dengan demikian masyarakat tidak merasa rugi dan menyalahkan beberapa pihak lain, bilamana masyarakat mkemudian merasa kecewa dengan barang yang telah dimilikinya dan kemudian menmcoba un tuk membanding-bandingkannya dengan barang sejenis lainnya.

Kemudian sebagai barang koleksi dan barang hobbi, barang-barang ini bisa saja mempunyai kiemungkinan untuk jatuh harganya bilamana sudah mencapai titik jenuh dan titik tolak perhatian barang hobby ini berpindah pada jenis barang lainnya. Ingatlah kejadian saat tanaman Antorium, Jenis-jenis Kamboja dsb mencapai harga samapai ratusan juta rupiah per pot nya  atau beberapa jenis Ikan Lou Han, ikan Arwana, ikan Cupang, Ikan Gracekelly, selain itu jenis burung-burungan dsb. Pasar yang sedang bullish (meminjam istilah pasar saham) selalu tidak dapat menampilkan harga sesungguhnya secara masuk akal. Kelebihan yang dimiliki oleh batu mulia dibanding bunga-ikan-burung dsb adalah, bahwa Penggemar Batu Mulia sejak dahuilu kala sudah mempunyai komunitas sendiri, mereka membentuk jaringan sendiri melalui pertemuanm-pertemuan secara tradisional (getok tular dsb) dan mereka sudah punya standar harga sendiri yang cukup baku diantara sesama penggemar (baik penjual-perantara-pengrajin-pemakai dan pembeli). Oleh karena itu bersikap WASPADA dan tergantung kepada motivasi anda dalam membelinya sebelum bertindak bertransaksi  akan membantu anda untuk berinvestasi secara bijak.

Sabtu, 21 Februari 2015

Trend baru gelang postmo model Mahabarata

Sejak Film Mahabarata versi India menjadi populer dikalangan pecinta sinetron, maka sama seperti trend sebelumnya, gaya berpakaian dan jenis asesorisnya menjadi trendi dan digemari oleh masyarakat. Para desainerpun berlomba berimajinasi untuk menciptakan karya-karya nyatanya untuk memenuhi trend yang sedang berlangsung. Disini, kami mencoba untuk memperlihatkan beberapa koleksi kami yang ada kepada teman-teman sekalian.

Kamis, 12 Februari 2015

 Cincin merak emas putih (V3189) berat 7.400gr, kadar 37.5%,ukuran 14


 Cincin Angsa emas putih (V2681) berat 6.750gr, kadar 37.5%, ukuran 16


 Cincin cor variasi emas putih (V3327), berat 4.85gr, kadar 37.5gr, ukuran 17


 Cincin Bunga emas putih (V3166) berat 5.570gr, kadar 37.5%, ukuran 12


Cincin kupu variasi emas putih (V2841) berat 4.650gr, kadar 37.5%, ukuran 16
Gelang Capung emas kuning (XV1685)  berat 15.750gr, kadar 30%

Rabu, 11 Februari 2015

Gelang India variasi emas putih (XV1541) berat 28.960gr, kadar 37.5%
 Gelang merak variasi emas putih mata warna (XV 1562) berat 16.450gr, kadar 37,5%


Gelang merak emas putih (XV1421) berat 18.250gr, kadar 37,5%